Clash of Civilization in Action


Drama peradaban manusia kini mulai merambat menuju klimaks dengan judul Clash of Civilization Part II yang kali ini memunculkan episode partai pembuka: “Serangan Israel ke Iran”.

Ketegangan Iran dan Amerika Serikat tentang proyek nuklir Iran, yang menurut Iran proyek tsb adalah untuk kemanusiaan, untuk kepentingan teknologi dan energi alternatif masa depan, dan ditentang habis-habisan oleh Amerika Serikat dan kroni-kroninya (Israel, Inggris, dll).

Mahmoud Ahmadinejad (Presiden Iran): “Kalau teknologi nuklir itu buruk, mengapa kalian mengembangkannya? Dan kalau teknologi nuklir itu baik, mengapa kami tidak boleh mengembangkannya”.

Perseteruan Iran dan Amerika Serikat akhirnya membawa Israel untuk merencanakan penyerangan terhadap Iran. Menurut salah satu sumber di Inggris, Israel paling cepat melancarkan aksi penyerangan pada peringatan Natal Desember 2011 atau awal tahun baru 2012.

Mahmoud Ahmadinejad (Presiden Iran):  “Bangsa Iran bisa mencapai tujuan melalui refleksi, kekayaan budaya dan kebijaksanaan”.

Ia memperingatkan AS dan sekutunya atas tuduhan tak berdasar yang dialamatkan pada negaranya, bahwa Iran tidak akan tinggal diam atas tuduhan tersebut. Negaranya akan merespon setiap tindakan apapun yang berani dilakukan AS terhadap Iran. Kepala Dewan Keamanan Nasional mengatakan bahwa pemerintah AS telah menunjukkan arogansinya dengan menuduh Iran memproduksi bom nuklir, padahal negara AS sendiri memiliki lebih dari 5.000 bom atom.

Ahmadinejad juga mengecam komitmen Washington untuk juga melucuti senjata nuklirnya. Bahkan, lanjutnya, AS telah mengalokasikan dana tambahan sebesar US$ 81 miliar (Rp 72,4 triliun) untuk mengembangkan bom atom, sementara anggaran nuklir Iran hanya US$ 250 juta (Rp 2,2 triliun).

Berdasarkan fakta tersebut, ia mempertanyakan, apakah Iran atau AS yang pantas dituding membahayakan keamanan global.

Berikut saya kutip beberapa perkembangan terkini…

Iran – Israel Di Ambang Perang

Teheran – Santernya berita mengenai rencana serangan militer Israel ke Iran semakin kencang. Harian terkemuka Israel, Haaretz memberitakan bahwa Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu saat ini sedang berusaha keras  mencari dukungan kabinet dan parlemen Israel untuk menggempur Iran guna menghancurkan program nuklirnya.

Sebagai reaksi dari ancaman serangan tesebut, angkatan bersenjata Iran saat ini dalam kondisi bersiaga penuh. Bahkan komandan tertinggi militer Iran Jenderal Hassan Firouzabadi menegaskan, negaranya akan menghukum dan membuat Israel menyesal jika ancaman itu benar-benar dilakukan.

“Kami menganggap setiap ancaman — bahkan ancaman dengan kemungkinan kecil — sebagai ancaman pasti. Kami saat ini bersiaga penuh,” tegas Firouzabadi seperti diberitakan kantor berita Iran, Fars yang dilansir oleh AFP, Kamis (3/11/2011). “Dengan peralatan yang tepat, kami siap menghukum mereka dan membuat mereka menyesal telah melakukan kesalahan,” cetusnya lagi.

Amerika Serikat pura-pura tidak tahu
Terkait rencana gempuran Israel ke Iran tersebut, pemerintah Barrack Obama menolak berkomentar mengenai kemungkinan serangan militer Israel ke Iran. “Saya tak akan merespons spekulasi seperti itu,” kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney.  Suatu hal yang aneh apabila Washington tidak mengetahui rencana serangan tersebut, mengingat bahwa tentara Israel dilatih oleh personil-personil militer dari Amerika Serikat. “Kami tetap fokus pada saluran diplomatik di sini, cara diplomatik dalam hal berurusan dengan Iran,” pungkasnya.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan negara-negara bloknya  sangat bercuriga bahwa Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata atom lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun pemerintah Iran sudah berulang kali membantah dan menegaskan bahwa program nuklirnya hanya semata-mata ditujukan untuk tujuan damai dan kemanusiaan, yakni sebagai reaktor pembangkit energi bagi kepentingan sipil.

Sejumlah pihak menganggap bahwa serangan terhadap Iran akan mengakibatkan perang regional dan krisis kemanusiaan yang mengerikan yang diyakini akan melibatkan kelompok-kelompok anti Zionis semacam Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Palestina yang dikenal berhubungan baik dan mendapat bantuan rutin dari Iran. [KbrNet/ADL/DTC]

Pejabat Inggris: Israel Gempur Iran Bulan Depan

LONDON –  KabarNet: Tindakan provokasi menekan Iran yang dilakukan oleh Israel dan sekutunya terus saja berlangsung. Bahkan makin lama semakin serius. Pejabat tinggi pemerintah Inggris mengklaim bahwa dia mempunyai informasi yang valid soal kapan Iran bakal diserang. “Kami perkirakan itu akan terjadi paling cepat saat Natal atau di awal-awal tahun baru,” kata pejabat tersebut seperti dirilis oleh harian Daily Mail, Kamis (10/11/2011).

Menurut pejabat Inggris tersebut, ada konsensus yang sudah mengetahui bahwa Israel akan menghancurkan, atau setidaknya merusak fasilitas-fasilitas nuklir Iran. Rencana penghancuran itu akan dibantu oleh support logistik dari Amerika Serikat. Demikian koran Daily Mail melaporkan.

Masih ada lagi sumber lainnya, yaitu pejabat senior di Kementerian Luar Negeri Inggris, mengatakan bahwa sejumlah menteri di kabinet Inggris sudah mengetahui tentang rencana serangan ini. Yakni Israel sudah hampir pasti akan menyerang Iran untuk mencegah negara itu memiliki dan mengembangkan teknologi senjata nuklir yang bisa mengancam hegemoni Israel di kawasan Timur Tengah.

“Mereka sudah mengetahui, kemungkinan besar serangan ini akan berjalan lebih cepat dari yang dijadwalkan. Kami memprediksikan sekitar akhir Desember atau awal Januari 2012,” demikian sumber pemerintah Inggris tersebut mengungkapkan.

Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, sesudah membaca laporan Badan Atom Internasional IAEA yang memeriksa fasilitas nuklir Iran, mengatakan bahwa laporan itu mendiskreditkan posisi Iran. Menurut IAEA, Iran mampu mengembangkan teknologi nuklir sipilnya untuk dirubah menjadi teknologi militer.

Selanjutnya laporan itu menyebutkan bahwa Iran sejak 2003 terus menerus melakukan uji coba teknologi nuklirnya untuk dijadikan senjata. Untuk menyikapi hal ini, maka Inggris mengusulkan agar dikenakan embargo ekonomi terhadap Iran.

Para pejabat Inggris meyakini, bahwa Presiden AS Barack Obama akan terpaksa mendukung opsi militer Israel, atau, berisiko kehilangan dukungan penting dari kelompok Yahudi-Amerika dalam pemilihan presiden AS mendatang.

Beberapa waktu yang lalu, sumber-sumber Kementerian Pertahanan Inggris memberikan konfirmasi bahwa rencana kontingensi telah disusun sekiranya Inggris nanti mengambil keputuskan untuk mendukung serangan militer Israel terhadap Iran. Menlu Inggris William Hague juga telah memperingatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa ambisi nuklir Teheran dapat memicu perlombaan senjata di kawasan Timur Tengah. Oleh karenanya, Inggris juga mendukung serangan Israel ke Iran. Bahkan sebuah sumber di Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan bahwa negaranya berharap Israel segera menggelar operasi militernya di Iran. [KbrNet/Adl/YhN]

Iran Peringatkan Israel dan Amerika

Tehran – KabarNet: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei mengatakan setiap serangan militer akan dihadapi Iran dengan ‘’Tamparan keras dan tinju baja’’. Pernyataan Sang Ayatullah Kamis lalu, menggambarkan Iran sebagai korban meningkatnya kampanye internasional dari apa yang disebutnya sebagai ‘’Iranophobia’’ oleh kekuatan asing yang korup.

Memang kampanye memojokkan Iran meningkat setelah Selasa lalu, Badan Atom Internasional (International Atomic Energy Agency), badan pengawas atom internasional yang berada di bawah PBB mengumumkan bahwa Iran sedang mempersiapkan senjata nuklir. Selain itu dilaporkan, Iran sedang melakukan percobaan mengirimkan bom dengan peluru kendali. Padahal Iran selama ini menegaskan semua proyek nuklirnya untuk kepentingan damai.

‘’Mereka yang berpikir untuk menyerang Republik Islam Iran harus bersiap untuk menerima ‘’Tamparan keras dan tinju baja’’, kata Ayatullah Khamenei ketika berpidato di depan para perwira di Akedemi Militer Teheran, seperti disiarkan media pemerintah negeri itu. ‘’Para musuh, terutama Amerika Serikat dan para bonekanya, serta Rezim Zionis Israel, harus tahu bahwa Iran tak akan melakukan invasi terhadap negeri atau bangsa mana pun, tapi akan membalas setiap serangan atau ancaman dengan kekuatan penuh untuk menghancurkan mereka.’’

Pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran itu tampaknya untuk mengingatkan Barat – terutama Israel – bahwa Iran tak gentar menghadapi semua kemungkinan. Seperti diketahui sejak IAEA mengumumkan temuannya tentang nuklir Iran, media Israel gencar memberitakan kemungkinan pesawat-pesawat terbang Israel segera menyerang instalasi nuklir Iran, sebagaimana pernah dilakukan negara Yahudi itu dulu terhadap Iraq.

Gencarnya pemberitaan itu menyebabkan para pengamat mencurigai Israel segera melakukan serangan. Soalnya tanpa serangan itu, Iran akan berhasil dengan proyek nuklirnya. Kenapa? Selama ini sejumlah negara Barat ingin menggunakan Dewan Keamanan PBB untuk menggagalkan proyek nuklir itu. Tapi sikap Rusia dan China – dua anggota tetap Dewan Keamanan PBB – yang jelas mendukung Iran, menyebabkan upaya melibatkan Dewan Keamanan tak akan berhasil. Kedua negara itu memiliki hak veto. Jadi bagi Israel, jalan terbaik adalah melakukan serangan. Hanya saja, untuk itu harus ada lampu hijau dari Amerika Serikat.

Soalnya, serangan Israel ke Iran akan menghadapi balasan bukan cuma dari Iran, tapi melibatkan Suriah dan Hezbullah di Lebanon. Selama ini Israel tentu sudah merasakan betapa repot menghadapi gerilyawan Hezbullah yang terlatih dengan militansi tinggi. Artinya, dengan serangan militer Israel ke Iran berarti Timur Tengah akan terbakar.

Karena itulah tampaknya lampu hijau dari Amerika Serikat belum juga menyala. Di Washington, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon E. Panetta malah menyatakan serangan militer kepada Iran memiliki dampak yang amat serius bagi Timur Tengah dan mungkin juga bagi pasukan Amerika Serikat yang berada di kawasan itu. ‘’Kau harus hati-hati dengan konsekuensi yang tak diperhitungkan,’’ kata Panetta kepada wartawan.

Sebelumnya, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengecam sikap Amerika Serikat (AS) yang dinilainya mencari kekayaan dengan mengendalikan dan merampok kekayaan negara lain. Ia menegaskan bahwa bangsa Iran tidak membutuhkan bom atom untuk kalahkan Amerika. “Bangsa Iran bisa mencapai tujuan melalui refleksi, kekayaan budaya dan kebijaksanaan,” ujarnya, Selasa.

Ia memperingatkan AS dan sekutunya atas tuduhan tak berdasar yang dialamatkan pada negaranya, bahwa Iran tidak akan tinggal diam atas tuduhan tersebut. Negaranya akan merespon setiap tindakan apapun yang berani dilakukan AS terhadap Iran. Kepala Dewan Keamanan Nasional mengatakan bahwa pemerintah AS telah menunjukkan arogansinya dengan menuduh Iran memproduksi bom nuklir, padahal negara AS sendiri memiliki lebih dari 5.000 bom atom.

Ahmadinejad juga mengecam komitmen Washington untuk juga melucuti senjata nuklirnya. Bahkan, lanjutnya, AS telah mengalokasikan dana tambahan sebesar US$ 81 miliar (Rp 72,4 triliun) untuk mengembangkan bom atom, sementara anggaran nuklir Iran hanya US$ 250 juta (Rp 2,2 triliun). Berdasarkan fakta tersebut, ia mempertanyakan, apakah Iran atau AS yang pantas dituding membahayakan keamanan global.

Ia juga mengecam kepala Badan Energi Atom Internasional Yukia Amano karena gagal untuk bertindak secara independen. “Sayangnya, mereka telah ditunjuk di lembaga yang tidak memiliki otoritas sendiri, melanggar peraturan dari organisasi menyuarakan aspirasi AS.”  [KbrNet/NewYork Times/AmranNst/Pelita].

 

Benturan Peradaban

Amerika Serikat tampaknya benar-benar terobsesi dengan tesis Samuel Huntington, Clash of Civilization, benturan kebudayaan. Dia antara kebudayaan besar dunia adalah kebudayaan Barat, Islam dan China. Clash of Civilization ini meniscayakan perebutan pengaruh atas kebidayana global bahwa tidak ada yang bisa disebut universal kecuali kekuatan-lah (power) yakni power terkiuatlah byang pantas disebut sebagai universal. Dalam konteks teknologi nuklir, Amerika Serikat benar-benar sangat memahami tentang kebutuhan energi masa depan ketika energi fosil tidak bisa diandalkan. Ekspolarasi luar biasa energi berbasis fosil pada masa kini akan berakibatr sangat buruk pada kelangsungan generasi masa depan. Bayangan krisis energi sangat nyata di mata Amerika Serikat. Dan tidak ada yang dapat menolong peradaban umat manusia sedunia di masa depan kecuali ENERGI NUKLIR ! Dan Amerika Serikat sangat terobsesi untuk mengauasai energi nuklir sehingga dengan demikian iaakan tetep menjadi POWER TERKUAT di dunia. Tentu saja, ambisi besarnya ini mendapat saingan yang luar biasa –sembari terlucuti rahasianya– ketika Iran muncul dengan teknologi nuklirnya yang dengan diam-diam dikembangkannya !

Iran (Republik Islam Iran) adalah satu-satunya negara Timur Tengah yang mengembangkan teknologi nuklir secara mandiri (tanpa tergantung Amerika), walaupun pada mulanya ia mempekerjakan ilmuwan Barat dan Rusia, namun pada akhirnya teknologi nuklir Iran dikembangkan sendiri oleh para ilmuwan Iran. Dan negara (Timur Tegah dan negara Islam) satu-satunya yang secara berterang memusuhi dan melawan Amerika Serikat, –yang bagi negara-negara di dunia, termasuk negara-negara Islam (misal Saudi Arabia) dan  juga Indonesia–,  adalah “juragan” ideologi dan kiblat ilmu pengetahuan serta panutan politik!

Kiranya, alasan Iran sangat masuk akal. Ia berpikir demi kelangsungan hidup masyarakatnya di masa depan; lebih lanjut kelangsungan hidup umat manusia di masa depan ketika kriosis energi tak terelakkan !

Adapun, negara-negara lain yang termakan propaganda Amerika Serikat (termasuk Indonesia) berkaitan dengan pengembangan teknologi nuklir, disesuaikan dengan “potensi penolakan laten” di masing-masing negara. Misalnya, Indonesia, memanfaatkan pro-kontra dan keterbatasan masyarakat dan ilmuwan Indonesia terhadap nuklir: bahaya, limbah nuklir, halal-haram, dsb…

Akankah kekuatan politik-budaya dunia masa depan terpolarisasi menjadi kebudayaan Amerikanis (dengan pengikut: negara-negara Barat dan negara-negara yang kini menjadi sekutu baik AS) vs kebudayaan Islamis/ Iranis (dengan pengikut: ….???)…

Mari kita ikuti bersama kisah peradaban manusia ini….

Akankah Israel melanjutkan penyerangan?

Bagaimana posisi Yahudi (gerakan politik dan agama) dalam sengket Israel – Iran ini?

Sikap Amerika Serikat pasca serangan Israel (jika Irael jadi menyerang Iran)?

Sikap negara-negara Islam dan negara-negara Timur Tengah ?

Sikap Indonesia? Ikut juragan (AS) atau ikut membela kebenaran?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: