Program Ulang Pikiran dan Belajar Terakselerasi


Mind Reprogramming

Program ulang pikiran?

Belajar terakselerasi?

Yes!  Mind reprogramming dan accelerated learning gampangnya, merujuk pada upaya terpadu memeprlakukan pikiran dengan benar agar efektif dalam berpikir dan bertindak.

Pemrograman ulang pikiran? Mind reprogramming?

Yupz… ibarat chip komputer, otak kita merupakan gudang memori dan sel-sel pemikir (processor) yang digerakkan oleh pikiran. Mereka bisa saja mengalami “data overload”, hang, dsb  karena setiap hari, setiap detik menerima dan mengolah ratusan, ribuan bahkan jutaan data, sehingga perlu di-defrag. Menata ulang path, jalur-jalur pikiran dan data-data yang nempel, file management, dan pemetaan pikiran (tentang mind mapping, akan dibahas tersendiri di luar mind reprogramming).

Memori tidak pernah bisa hilang, hanya tertumpuk memori baru. Memori lama kadangkala bisa muncul kembali walaupun si pemilik pikiran tidak menghendakinya. Ia dapat muncul dalam bentuk trauma yang berhubungan dengan pengalaman (history) di masa lalu, fobia yang berhubungan dengan pengalaman masa lalu, yang mengeras menjadi ketakutan yang tak pernah bisa dijelaskan secara logis. Atau bisa muncul dalam bentuk hambatan-hambatan mental yang mengganggu, yang lazim disebut “mental blocks”. Dalam kasus ini, mind reprogramming diperlukan untuk “mengajari otak dan pikiran bawah sadar” agar memerintah pikiran sadar yang selanjutnya nanti memerintah organ tubuh.

Penanganannya bisa dalam bentuk “mengajari memori”, re-writing history atau menulis ulang sejarah yang terekam di memori bawah sadar, bisa install ulang program yang pernah ada bahkan install program baru.

Masih banyak yang bisa dilakukan pada pikiran kita… untuk berubah…

Sedikit demi sedikit kita berubah menuju ke kepribadian dan personality yang excellent

Accelerated Learning

Accelerated learning?

Belajar terakselerasi?

Wait… sabar dulu…. agar tak keliru jalur.. hehe…. jalur roda 4 dimasuki roda 2…

Banyak yang menyukai istilah-istilah yang tampak dan terdengar keren untuk menjelaskan hal-hal biasa. Mungkin marketing effect ya… Atau merebut point of interest, pusat perhatian, atau biar eye catching gitu… Ya gak pa pa deh.. kalo cuma bungkus aja, asal gak kebablasan aja… *Menyampaikan program bagus di tengah banjirnya informasi memang perlu kebijaksanaan.

Yang penting, maksud yang dikandung lah… substansi yang dikandungnya tidak menyesatkan umat hehe….

Accelerated learning, gampangnya merujuk pada upaya belajar lahir batin, dengan penjiwaan dan melibatkan “pikiran luar-dalam” sehingga apa-apa yang dipelajari masuk semua dan tidak terlupakan. Syaratnya bisa konsentrasi, memahami diri sendiri, memahami tujuan hidupnya dan masa depannya. Jika syarat ini masih belum lengkap, ya dilengkapi dulu… mungkin ada kendala kecil-kecil… (awas, lama-lama bisa besar lho…) yaitu dengan “pemrograman ulang pikiran” untuk mempersiapkan syarat-syarat tersebut, barulah melangkah ke “belajar cara belajar” (learn how to learn) dengan benar dan efektif.

Prinsip kerjanya gampang kok…. yakni percaya bahwa pikiran ini milik kita… maka kita sendiri yang mengendalikannya…! Termasuk untuk tujuan BELAJAR.

Kedua, yakin bahwa “apa-apa yang dapat dipahami dan diyakini oleh pikiran manusia, berarti dapat dicapai” (minjem kata-kata ampuh dari Napoleon Hill).

Selanjutnya, men-setting pikiran untuk LEBIH SIAP menerima pembelajaran.

Pada kebanyakan kasus anak-anak belajar mudah lupa hanya karena ia kurang mempersiapkan diri secara mental, sehingga belajar hanya berupa lagu wajib asal gugur kewajiban. Pada kasus seperti ini bisa jadi anak mendapat nilai bagus, tetapi ia segera lupa pada hari-hari yang lain. Belajar lagi… dapat nilai bagus… lupa lagi… Begitu seterusnya… Di sini secara sadar dapat disebut, belajar tidak memiliki arah (kerennya, visi – misi); secara tidak sadar, belajar tidak melibatkan unsur internal dalam dirinya. TIDAK MEMBEKAS! Masih mending sempat dapat nilai bagus. Banyak juga yang malah sulit sekali paham. Belum lagi adanya beberapa HAMBATAN BELAJAR dari faktor-faktor NON – TEKNIS atau di luar pembelajaran, seperti kondisi emosi, psikis, mental, bahkan mungkin pula masalah sosial, budaya, dsb.

Konsep ini (accelerated learning) saya padukan dengan mind reprogramming untuk memperoleh hasil optimal. Yakni, Mind Reprogramming & Accelerated Learning (MIRACLE).

Akhirnya, saya berkesimpulan bahwa ihwal utama dalam PENDIDIKAN (di tengah sistem pendidikan yang masih berkutat di wilayah kognitif dan masih kabur afektif-psikomotor-nya, masih berkutat di wilayah normatif, bukan substansi pendidikan yang “character building” betulan), adalah MEMPERSIAPKAN ANAK-ANAK AGAR MEMILIKI PIKIRANNYA SENDIRI !

Sekitar 10 tahunan  saya mengamati, mendalami dan mengalami relung-relung pengap pendidikan kita… Dan ketika deadlock, maka mind reprogramming dan accelerated learning yang kita setting sendiri untuk masa sekarang dan masa depan, yang kita perlukan.

Yes! We need  MIRACLE !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: